Bali muslim Voice (BMV) dilahirkan 2002 oleh sekumpulan aktivis dakwah kampus di Universitas Udayana. Pemilihan nama Bali Muslim Voice jika diartikan secara tekstual bermakna Suara Muslim Bali, dengan harapan dengan lahirnya tim nasyid ini bisa memberikan warna baru dalam dunia seni budaya di Bali khususnya. Bisa membangun image Islam rahmatan lil ‘alamin.ditengah heterogennya budaya dan agama yang berkembang di Bali. Di tambah lagi dengan kondisi real saat ini di Bali ummat Islam tidak lebih dari 7% saja.
BMV hadir dengan nasyid bernuansa acapella, namun tidak membatasi segmentasi hanya dikalangan teenagers . BMV yang digawangi 6 (lima) personil ini terus menyiarkan dakwah melalui seni nasyid.
personil saat ini:
Ahmad Rosadi Lubis, SH
Dr. Chalwan
Hardono, SE
dr. Yossi Indra Kusuma
Abdul Rasyid, Ss
Wawan Suardiman, Ss
BMV sadar bahwa bernasyid bukanlah sekedar menjalani sebuah hobby semata, namun ada sesuatu yang jauh lebih penting dari itu semua..
Ya! Dakwah...Nasyid adalah dakwah yang tidak akan pernah boleh mati dan terkubur. jadi Munsyid tidaklah boleh untuk menurunkan panji perjuangannya hanya karena dunia. sesungguhnya popularitas, harta dunia, bukanlah tujuan. karena Munsyid bukan sekedar penyanyi yang menjual suara demi selembar mata uang.
Karena besarnya tantangan musik alternative ini maka BMV membentuk Tim untuk mengatur semua kegiatan dan dapur produksi, maka bergabung Mas Sapta Nugraha sebagai manager dan Mas Eko yang senantiasa mendukung perbaikan peresembahan nasyid BMV.
Sejak awal berdiri BMV tahun 2002, benar2 harus bekerja untuk mengenalkan seni islam ini. Mengawali sebuah tahapan dakwah seni budaya di Bali. Dengan penuh kesadaran bahwa tugas para Munsyid adalah berkarya dan berkaya untuk dakwah dengan ikhlas...persoalan pengakuan dan eksistensi biarlah hadir mengiringi seberapa besar upaya kita untuk berkarya....
kami merindukan saat2 berkumpul dengan rekan2 nasyid Nusantara....
terus berjuang...
Krama Pengunjung ke..